Rabu, 25 Januari 2012

Hizmet dalam Pandangan Tokoh Bangsa


Semua sekolah-sekolah yang menerapkan konsep pendidikan Gulen telah berhasil menelurkan prestasi baik nasional maupun internasional di bidang sains. Siswa-siswa Semesta berhasil meraih emas di kompetisi sains internasional di Novahamburgo Brazil. Di Jepang, salah satu siswa Kharisma bangsa berhasil merebut medali emas dalam olimpiade bertajuk IBO. Tahun 2007 di Adana, Turki siswa Fatih bilingual School meraih medali emas dalam kompetisi BUSEF.  Di Perancis, siswa SBBS berhasil meraih juara pertama tahun 2010 diajang Math Kangaroo Contest. Dalam ajang IYIPO di Georgia, siswa sekolah Pribadi meraih medali emas tahun 2007.
Sungguh luar biasa tentunya pencapaian tersebut. Hal ini sangat mungkin karena sekolah yang berbasis "hizmet" dilengkapi dengan fasilitas yang sangat memadai. Namun, prestasi dibidang sains tentunya harus diimbangi dengan “prestasi” spiritual, ataupun moralitas. Tidak ada kompetisi meraih medali emas ataupun perak dalam moralitas. Yang ada dalam menerapkan moral tinggi dalam hidup sehingga kita berguna bagi sesama dan agama. Sekolah dengan perspektif Gulen didirikan belum begitu lama di Indonesia. Karenanya, untuk menilai keberhasilan sekolah tersebut dalam pendidikan moral, belum begitu kentara. Penilaian tersebut paling cocok ditujukan kepada alumni-alumni sekolah yang menjadi tokoh di masyarakat dan melihat kebermanfaatannya. Namun, setidaknya, sekolah dengan model ini tidak pernah terlibat dengan kasus-kasus tawuran seperti yang terjadi pada SMA-SMA negeri favorit di daerah ibukota. Inilah bentuk manfaat dari pendidikan moral yang diterapkan di sekolah-sekolah ala Pasiad ini.
Sekolah dengan model yang demikian tentunya bisa banyak diharapkan. Gus Dur sendiri sebagai bapak bangsa sangat mengapresiasi, bahkan beliau menganjurkan untuk menirunya. Menteri Pendidikan Indonesia bahkan mengatakan kalau program pendidikan yang dilaksanakan PASIAD selama satu dekade terakhir telah memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya pembangunan sekolah bertaraf internasional di bidang pendidikan dasar dan menengah. PASIAD, menurutnya, telah memberikan contoh nyata dalam mengakselerasikan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan nasional, sehingga mampu mendorong sekolah dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pendidikan yang baik." Rektor UIN Jakarta, Prof Komaruddin Hidayat mengatakan : “saya memiliki kesan kuat bahwa sekolah-sekolah itu didesain dengan konsep yang jelas dengan guru-guru yang profesional, dedikatif, dan sangat menekankan pembentukan karakter.”
Rektor Universitas Mercubuana, Dr Suharyadi, memberikan tanggapan yang kompleks. Menurutnya, Indonesia memerlukan lembaga pendidikan yang bertaraf internasional dengan kurikulum nasional plus untuk mempersiapkan generasi muda penerus yang mempunyai wawasan nasional dan global. Lembaga pendidikan ini harus telah teruji kualitas lulusannya dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan persaingan yang makin ketat. Program pendidikan yang dilaksanakan PASIAD sudah dapat memenuhi harapan tersebut dengan melahirkan calon-calon pemimpin bangsa, yang di samping mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi sekaligus dilandasi oleh keimanan yang kuat. Pendidikan dengan konsep kurikulum dan tenaga pengajar yang diterapkan di PASIAD, telah terbukti mampu menghasilkan siswa-siswa yang memenangkan berbagai kejuaraan olimpiade internasional terutama di bidang pengetahuan dasar seperti matematika, fisika, biologi, kimia dan komputer. Konsep yang telah dikembangkan di berbagai wilayah ini, menurut beliau, diharapkan dapat terus berkembang dan menyebar ke seluruh Indonesia, sehingga makin banyak siswa yang mendapat kesempatan untuk dapat mengikuti program tersebut.
Penulis beranggapan bahwa pernyataan-pernyataan tokoh nasional Indonesia tersebut menunjukkan bahwa sekolah dengan model dan perspektif Gulen (Pasiad, Turki) adalah ideal untuk membangun bangsa dan manusia yang tidak hanya berprestasi tetapi juga bermoral. Orang Turki kenamaan bernama Ali Ozbudak suatu kali berujar “Membantu dunia pendidikan itu serupa dengan membangun rumah di surga.” Pendidikan dengan demikian sangat berkaitan dengan masa depan, baik masa depan duniawi maupun ukhrowi. Satu-satunya cara untuk mewujudkan dunia yang “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” tentunya adalah lewat dunia pendidikan. Dan pendidikan yang dikonsepsikan dalam gerakan hizmet merupakan sesuatu yang luar biasa. Karakteristik seperti: kasih sayang pada sesame, beretos kerja tinggi, rendah hati, jauh dari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, kerja tim yang kokoh, bercita-cita tinggi dan jauh ke depan, selalu optimis dan profesional dicoba untuk diwujudkan dalam pola pendidikan yang dikelola oleh organisasi Pasiad.

1 komentar:

  1. interesting. Tahu bahwa anda dosen UIN (ayah saya dulu juga), sekolah di Australia (ayah saya dulu juga) dan mengetahui ttg pasiad (anak saya lulus tes masuk di kharisma).
    trims utk info-nya

    rgrds,
    anak dosen uin

    BalasHapus